10 DESTINASI WISATA DI NIAS YANG PALING DIMINATI WISATAWAN

Pulau Nias merupakan salah satu pulau yang telah menjadi tujuan wisata bagi wisatawan baik wisatawan lokal maupun mancanegara di Indonesia. Keunikan pulau ini menjadi incaran utama bagi wisatawan dan mampu meninggalkan kesan yang baik sehingga orang-orang yang pernah datang ke tempat ini selalu ingin kembali menikmati tanpa menimbulkan kebosanan. Berbagai obyek wisata yang dimiliki Pulau Nias sebagai wisata bahari, wisata budaya dan alam. Potensi Pulau Nias, terutama di bidang wisata bahari sudah dikenal sejak beberapa tahun lalu. Sekitar tahun 1993 Pulau Nias pernah dijadikan tempat penyelaman dunia Surfing.

Selain pulau Nias juga dikenal sebagai nilai budaya tinggi. Berbagai tarian dan antraksinya mampu memikat para wisatawan di daerah ini. Di sisi lain, berbagai situs warisan budaya seperti peninggalan batu megalitik dapat ditemukan di banyak tempat yang jumlahnya tidak dapat dan membuktikan bahwa masyarakat Nias adalah orang yang memiliki nilai artistik tinggi.

Berdasarkan hasil survey Wonderful Nias Holidays ada 10 destinasi wisata yang di Pulau Nias yang paling diminati oleh para wisatawan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Bukan berarti destinasi lainnya tidak dikunjungi, terkadang destinasi wisata lainnya hanya optional lain bagi wisatawan untuk menghabiskan waktu. Berikut 10 destinasi wisata di Nias yang paling diminati tersebut.

1. Kepulauan Batu

Kepulauan Batu disebut juga sebagai salah satu “The Hidden Paradise” di Pulau Nias yang berada diwilayah Kabupaten Nias Selatan. Keindahan alamnya membuat wisatawan manca negara kerap kali mengunjungi tempat ini. Kepulaun batu yang terdiri beberapa pulau ini memiliki ragam objek wisata yang dapat dinikmati seperti Surfing, Diving, Fishing ataupun hanya sekedar menikmati hamparan pasir putih dipesisir pantainya. Untuk berkunjung kesini dapat melalui Bandara Lasondre ataupun lewat Kota Telukdalam dengan menggunakan Kapal penumpang. Sejuta pesona dapat kita rasakan disana. Beberapa destinasi populer disini yakni Pantai Sifika, Pantai Sibaranum, Pulau Daun Bais, Lattitude Zero, Pinneacle Resort, dll. Sayangnya, sebagian besar pulau-pulau eksotis disini dikelola oleh pihak asing sehingga untuk berlibur kedaerah tersebut harus menggunakan mata uang dollar dengan harga yang cukup fantastis apabila dikonversikan ke mata uang rupiah. Tidak heran jikalau pulau-pulau yang dikelola oleh pihak asing hanya dikunjungi oleh turis mancanegara saja.

DCIM100MEDIADJI_0045.JPG

2. Desa Bawomataluo

Desa Bawomataluo merupakan desa tradisional yang terletak didaerah perbukitan yang berjarak kurang lebih 12 KM dari Kota Telukdalam, Nias Selatan. Salah satu keunikan desa ini memiliki 88 anak tangga yang harus dilalui untuk masuk ke desa ini. Letaknya yang berada diatas perbukitan ini membuat desa ini dijuluki sebagai Bukit Matahari. Selain itu Desa ini juga memiliki Rumah ada besar yang dikenal “Omo Sebua” dan sederet rumah adat lainya yang tersusun rapi yang sudah berdiri sejak ratusan tahun yang lalu. Keunikan lain dari Desa ini memiliki atraksi tari perang yang sering dipertunjukkan disaat-saat ada tamu besar. Tak kala juga salah satu yang sudah tersohor yaitu “Lompat Batu” atau “Hombo Batu” yang merupakan icon budaya Nias dimata dunia.

3. Pantai Sorake

Pantai ini termasuk unik lantaran batu-batu karang yang menghampar di sepanjang bibir pantai. Pantai yang terletak di Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, ini juga terkenal dengan ombaknya yang besar dan tinggi. Hal inilah yang menjadikan Pantai Sorake adalah pilihan tepat untuk kegiatan berselancar (surfing). Sehingga banyak peselancar mancanegara yang datang ke pantai ini untuk mengikuti event lomba selancar yang selalu diadakan setiap tahunnya.

4. Pantai Lagundri

Pantai Lagundri, terletak di Desa Lagundri Kecamatan Luahagundre sekitar 12 KM dari Kota Telukdalam. Pantai ini memiliki Pasir Putih yang terbentang luas dan hangatnya sinar matahari yang menawarkan kenikmatan tersendiri bagi setiap wisatawan yang berkunjung disana. Selain keindahan pasir, pantai ini juga memiliki gulungan ombak yang tidak terlalu besar sehingga menjadi pilihan yang sangat tepat bagi para wisatawan terutama pemula yang ingin belajar berselancar. Tidak hanya wisatawan domestik, wisatawan mancanegarapun juga sering berkunjung ke pantai ini.

5. Situs Megalitik Tetegewo

Situs kuno ini berada di Desa Tetegewo Kecamatan Sidua Ori Kabupaten Nias Selatan. Situs ini merupakan salah satu bukti bahwa Pulau Nias merupakan rumah dari peradaban Megalitikum yang masih hidup. Deretan batu megalith berbentuk tugu, bundar dan persegi peninggalan leluhur Suku Nias tersusun rapi di desa ini.

6. Desa Tua Boronadu

Desa ini diyakini merupakan desa tertua dan merupakan tempat asal-usul pertama masyarakat suku Nias. Desa ini menjadi saksi bahwa suku Nias memiliki sejarah kemegahan pada masa lampau. Didesa ini ditemukanya batu-batu megalit yang diperkirakan berumur 2500-5000 tahun silam yang merupakan peninggalan-peninggalan kebudayaan purbakala oleh para nenek moyang Suku Nias. Desa Boronadu sudah dikenal para wisatawan, para budayawan, arkeolog nasional dan internasional. Desa tua ini berada diwilayah Nias Selatan dengan akses jalan yang sampai saat ini masih kurang memadai.

7. Pulau Asu

Pulau Asu sangat terkenal di kalangan wisatawan mancanegara bahkan dijuluki sebagai ‘Paradise on the Earth’. Pulau Asu merupakan salah satu pulau di Kepulauan Hinako yang terletak dalam wilayah administrasi Kabupaten Nias Barat. Di pulau berpasir putih ini, pengunjung dapat melakukan kegiatan snorkeling dan diving untuk melihat keindahan bawah laut pulau Asu. Berbagai jenis terumbu karang, koral, dan ikan hias warna warni berpadu menjadi suguhan yang menawan. Tidak hanya ombaknya yang menggulung tinggi untuk kegiatan surfing, pemandangan matahari tebenam disini pun sangat mempesona.

8. Museum Pusaka Nias

Wisatawan yang menyukai sejarah Nias, pelajarilah sejarah kehidupan Nias dari waktu ke waktu, dari era Megalitik hingga masa kekaisaran di Museum Pusaka Nias (MPN). MPN dibangun oleh seorang misionaris bernama Johannes Hammerle yang datang ke Nias pada tahun 1971 dan kemudian menetap disana. Selain menyebarkan agama, ia pun tergerak menyelamatkan benda-benda bersejarah di Nias. Ada sekitar 6 ribu koleksi benda-benda kuno peninggalan nenek moyang di Museum Pusaka Nias, mulai dari batu megalitik berbentuk ukiran dan peralatan rumah tangga yang digunakan di masa lalu, hingga benda-benda yang dianggap sakral pada ritual kuno suku Nias. Ada Baru Oroba atau baju besi yang terbuat dari kulit buaya. Lalu ada pedang Tologu, yang dulu bertarung di zaman kuno dan diyakini mengandung kekuatan magis dalam bola rotan di sarungnya. Ada juga, royalti peti mati khusus dengan berbagai bentuk unik seperti menyerupai naga dan lain-lain.

9. Pantai Gawu Soyo

Pantai Gawu Soyo yang memiliki pasir kemerahan (sesuai namanya: Gawu Soyo = Pasir Merah) ini terletak di Kec. Afulu, Kabupaten Nias Utara. Dari kejauhan, pasir kemerahannya sekilas tampak seperti tanah liat yang berwarna kemerahan lantaran warna merah pasir yang sangat pekat. Namun, apabila di sentuh, itu tentu lah bukan tanah liat, sebab adanya bulir-bulir pasir yang begitu halus. Sehingga apabila kaki melangkah menelusuri pantai, bulir-bulir pasir tersebut tampak menempel di tubuh pengunjung.  Selain itu, keberadaan spesies penyu langka di Indonesia yang kadang-kadang keluar dari habitatnya dan melintasi pantai juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke sana.

10. Pantai Tureloto

Salah satu keistimewaan pantai yang terletak di Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara ini adalah karang-karang eksotis (juga dikenal sebagai batu otak karena sekilas menyerupai otak) yang sebelumnya berada di bawah laut menjadi berada di daratan pantai lantaran ‘surutnya’ air laut yang terjadi sejak peristiwa gempa bumi yang terjadi di Pulau Nias pada Maret 2005 silam. Sekitar 200 meter dari daratan ada daratan kecil dengan pasir putih yang dapat dicapai dengan menaiki boat yang bisa dibisa disewa dekat pantai. Disini wisatawan bisa berenang tanpa takut ancaman ombak karena pantai ini dibentengi oleh gugusan karang yang mengelilingi pantai sehingga air laut disini cukup tenang.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat Now