FESTIVAL KULINER KHAS NIAS KOTA GUNUNGSITOLI TAHUN 2018 LAUNCHING BULUDAMO SEBAGAI CIRI KHAS KULINER NIAS

Berbicara tentang makanan tentunya tidak terlepas dari kuliner-kuliner yang beraneka ragam jenisnya. Sama seperti masyarakat Indonesia yang terdiri dari beragam suku, suku Nias juga memiliki kuliner tersendiri yang menunjukkan identitas sebagai suku Nias tentunya. Di Indonesia sendiri, kuliner sudah dianggap sebagai bagian dari ciri budaya Indonesia karena keragaman makanan dan minuman yang disajikan. Seiring berkembangan zaman tentunya kuliner juga mengalami banyak inovasi dan perubahan tren. Meski demikian, kuliner tradisional Nias harus tetap dinikmati dan dilestarikan terutama untuk generasi-generasi muda saat ini.

Sabtu tanggal 3 maret 2018, Pemerintah Kota Gunungsitoli kembali melakukan gebrakan baru terutama dalam memajukan industri pariwisata di Kota Gunungsitoli. Setelah menuai kesuksesan pada acara launching “Taman Ya’ahowu” sebagai icon pariwisata Kota Gunungsitoli, kali ini Pemko melaksanakan acara Festival Kuliner Khas Nias Kota Gunungsitoli 2018. Acara festival ini juga melauncing ‘Buludamo’ sebagai media ciri khas kuliner Nias serta pembukaan secara resmi ‘Pasar Gomo’ sebagai pusat oleh-oleh dan kuliner khas Nias. Acara ini dilaksanakan di Pasar Gomo Kota Gunungsitoli oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Gunungsitoli dan dihadiri oleh unsur-unsur PEMDA Kepulauan Nias.

Daun Buludamo

Acara festival ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan daya tarik wisata kuliner melalui pelestarian budaya serta pemanfaatan Buludamo sebagai ciri khas kuliner Gunungsitoli. Buludamo merupakan daun khusus pembungkus nasi yang biasa digunakan oleh masyarakat suku Nias pada zaman dulu. Buludamo sendiri merupakan tanaman liar dalam bentuk pohon kecil yang memiliki daun yang cukup lebar untuk membungkus nasi. Daun Buludamo ini sangat unik karena aroma nasi yang disajikan dalam Buludamo memiliki aroma khas yang menggugah selera meskipun tanpa lauk dan dipercaya antibasi. Daun Buludamo sendiri mulai jarang dipakai oleh masyarakat Nias didalam membungkus nasi untuk acara-acara adat ataupun dalam rangka keperluan pribadi sejak memasuki era tahun 2000an. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain:

  1. Munculnya pembungkus/kotak nasi praktis yang yang dapat dibeli dengan mudah dan bisa dalam skala besar.
  2. Mulai langkanya tanaman Buludamo akibat penebangan oleh masyarakat yang merasa bahwa Buludamo sebagai tanaman liar dan telah luntur nilai kegunaannya akibat faktor pertama.

Melalui acara launching ‘Buludamo’ ini, pemerintah berharap agar tumbuhnya rasa cinta kembali dan pelestarian Buludamo sebagai media kuliner khas Nias. Tidak hanya disitu, generasi muda Nias saat ini yang nge-trennya disebut sebagai ‘Kids Zaman Now’ bisa mengenal dan melestarikan salah satu ciri khas budaya Nias. (Widia)

Beberapa sajian festival kuliner khas Nias dalam balutan ‘Buludamo’

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat Now